Ingin anak senang belajar? Kenali dulu modalitasnya. Konsep “belajar harus dengan tenang dan duduk manis” diyakini berbagai pemerhati pendidikan telah memupuskan semangat belajar si kecil. lalu konsep belajar seperti apa yang dapat memacu semangat nya?
Tingginya derajat ilmu telah dibuktikan dalam berbagai pengalaman para tokoh-tokoh dunia. begitu pentingnya ilmu dalam kehidupan, diyakini lebih penting dari harta. Ilmu menjaga mu, sedangkan harta kamulah yang menjaganya.
Harta berkurang bila di belanjakan sedangkan ilmu malah tumbuh subur ketika dibelanjakan(disemaikan pada orang lain). tradisi belajar harus dibumikan kembali. Karena hanya dengan belajar kita menjadi individu sekaligus umat yang mulia. tradisi ini harus di mulai sejak dini.
Si kecil harus dibuat senang akan belajar, bila ingin menjadi generasi pembelajar kelak.
Tentu saja, dalam hal ini peran orang tua untuk menstimulasi si kecil sangat penting. apa yang harus dilakukan orang tua? apakah melarang anak bermain dan memaksanya belajar dengan duduk manis menekuri buku sepanjang hari? apakah cara ini efektif mendorong anak menyukai belajar?
Belajar harus datang dari diri anak. dengan begitu akan di hasilkan belajar secara alami, belajar dengan alami akan menyimpan dengan baik “kesan” yang ditangkap dalam memori.
Kesan inilah yang kemudian akan menjadi pengetahuan. bila belajar tidak datang dari anak, namun hanya takut pada orang tua, maka memorinya akan sulit menangkap “kesan”. Akibatnya pengetahuan nya tak bertambah bahkan menipis.
Tips agar anak senang belajar :
- Siapkan kondisi fisik dan psikis yang baik sebelum anak belajar.
- Beri kesempatan pada anak untuk membangun sendiri cara belajarnya.
- Uji rasa tanggung jawabnya dengan menanyakan kembali apa yang sudah dipelajarinya.
- Bila saat ditanya, ia tidak bisa menjawab pertanyaan anda, maka lakukan pendampingan saat belajar. agar lebih terkontrol.
- Beriakan pujian saat anak dapat mempertanggung jawabkan kesempatan yang telah di berikan dan tegur bila ia melalaikannya.
- Ingat! belajar tidak bisa dipaksakan dalam satu waktu. daya tangkap anak dalam menyimpan tak bisa dipaksakan dalam batasan waktu.
Usia anak dan kecenderungan belajar.
Usia 0-3 Tahun
Anak berada dalam masa bermain secara alamiah.
Usia 3-5 Tahun
Learning by playing. Biarkan anak belajar sambil bermain.
Usia 6 Tahun keatas
Anak dituntut untuk belajar secara akademis. sebab ada beberapa kompetensi yang harus dikuasainya untuk menguasai kompetensi lainnya.
Belajar dengan kebebasan, namun tetap dalam kontrol adalah yang terbaik. yang terpenting adalah bagaimana pengetahuan dapat masuk kedalam memori anak dengan cara yang ia bangun sendiri. Tidak dengan paksaan orangtua, apalagi cubitan dan pukulan. (di kutip dari majalah paras).
Komentar