Lebaran adalah momen silaturrahim yang sangat menyenangkan. hampir semua orang menyambut Lebaran dengan gembira.
Berbagai cara dan tradisi dilakukan, khususnya mudik atau pulang kampung. saya yang hidup merantau ke pulau batam ikut-ikutan mudik bersama keluarga tercinta dengan pilihan ke kampung saya atau ke kampung suami.karena kalo kedua-dua tempat,"nggak mungkin" nggak kuat biaya transportasinya (he he he) yang jelas dan pasti melambung tinggi ke awan.
Biaya transportasi pun menjadi perhatian utama saya dan suami. prinsip kami kalo pulang kampung hanya dengan modal minim ya nggak usah pulang kampung. demi kenyamanan anak-anak terutama sekali.
Dari pulau batam hanya ada dua pilihan naik jalur udara atau jalur laut. silahkan dipilih dengan akibat yang berbeda pula. jika naik pesawat sisi positifnya adalah cepat dan nyaman tapi biaya lebih tinggi di bandingkan naik jalur laut yang memakan waktu 2 hari di sertai keluhan anak-anak. anak-anak cenderung cepat bosan dan tidak sabaran namun biaya transportasinya lebih murah.
Mudik dengan menggunakan motor menjadi pilihan bagi orang tua di daerah Jawa. wah ini lebih irit lagi nih. tapi ketika saya menyaksikan tayangan cerita seputar mudik di layar kaca, hati ini sedih. mengapa? kok teganya orang tua membawa anak-anak naik motor di jalur pantura yang jelas rawan kecelakaan. dan mereka semakin banyak dari tahun ketahun.
Tapi momen Lebaran dijadikan alasan tanpa peduli faktor kesehatan, keamanan dan anak-anak.
Saya hanya bisa menyesalkan kondisi itu, dan hanya bisa berkhayal bisa menyediakan bus-bus mudik gratis untuk anak-anak dan keluarga yang tidak mampu membiayai keluarganya naik bus.
Juga berharap agar komnas Anak yang di pimpin kak seto punya perhatian terhadap masalah ini. dan juga seandainya jika BBM tidak naik, biaya transportasi tidak melambung tinggi, perhatian pemerintah terhadap transportasi lebik serius, harga bahan-bahan pokok dapat ditekan. andai, andai, andai.
Berbagai cara dan tradisi dilakukan, khususnya mudik atau pulang kampung. saya yang hidup merantau ke pulau batam ikut-ikutan mudik bersama keluarga tercinta dengan pilihan ke kampung saya atau ke kampung suami.karena kalo kedua-dua tempat,"nggak mungkin" nggak kuat biaya transportasinya (he he he) yang jelas dan pasti melambung tinggi ke awan.
Biaya transportasi pun menjadi perhatian utama saya dan suami. prinsip kami kalo pulang kampung hanya dengan modal minim ya nggak usah pulang kampung. demi kenyamanan anak-anak terutama sekali.
Dari pulau batam hanya ada dua pilihan naik jalur udara atau jalur laut. silahkan dipilih dengan akibat yang berbeda pula. jika naik pesawat sisi positifnya adalah cepat dan nyaman tapi biaya lebih tinggi di bandingkan naik jalur laut yang memakan waktu 2 hari di sertai keluhan anak-anak. anak-anak cenderung cepat bosan dan tidak sabaran namun biaya transportasinya lebih murah.
Mudik dengan menggunakan motor menjadi pilihan bagi orang tua di daerah Jawa. wah ini lebih irit lagi nih. tapi ketika saya menyaksikan tayangan cerita seputar mudik di layar kaca, hati ini sedih. mengapa? kok teganya orang tua membawa anak-anak naik motor di jalur pantura yang jelas rawan kecelakaan. dan mereka semakin banyak dari tahun ketahun.
Tapi momen Lebaran dijadikan alasan tanpa peduli faktor kesehatan, keamanan dan anak-anak.
Saya hanya bisa menyesalkan kondisi itu, dan hanya bisa berkhayal bisa menyediakan bus-bus mudik gratis untuk anak-anak dan keluarga yang tidak mampu membiayai keluarganya naik bus.
Juga berharap agar komnas Anak yang di pimpin kak seto punya perhatian terhadap masalah ini. dan juga seandainya jika BBM tidak naik, biaya transportasi tidak melambung tinggi, perhatian pemerintah terhadap transportasi lebik serius, harga bahan-bahan pokok dapat ditekan. andai, andai, andai.
Komentar
Just now I have visited your blog.
You can visit mine.
http://topbdnews.blogspot.com
http://newsasia24.blogspot.com
http://wimaxtec.blogspot.com
http://lovesmsbd.blogspot.com
http://banglaboyes.blogspot.com