Menjalani rumah tangga dengan bermacam ragam masalah rumah tangga adalah hal biasa. Orang yang selalu ada disisi kita yaitu suami atau istri, mempunyai latar belakang kehidupan dan lingkungan waktu kecil berbeda dengan kita. Punya kebiasaan yang juga berbeda.
Itulah kenyataan yang di alami suami dan istri. jika kesabaran sudah tidak ada dan emosi menguasai hati, pikiran dan lisan. kata yang seharusnya tidak boleh untuk di ucapkan akhirnya di ucapkan suami. Apa hukumnya menurut Islam? "Tergantung situasi saat itu". Menurut mamah dedeh yang saya kutip saat acara mamah dan aa' di Indosiar setelah sholat subuh. SAH hukum nya jika di ucapkan dalam keadaan SADAR tidak dalam pengaruh minuman beralkohol atau mabuk. walaupun lewat sms atau telepon.
Mengapa? Karena ucapan orang yang dalam pengaruh minuman beralkohol tidak di dasari akal dan pikiran sehat. Sebaiknya setelah suami dalam keadan normal tanyakan kembali tentang ucapan tersebut. Karena kata-kata cerai dari suami berbeda hukumnya jika di ucapkan istri. Walaupun istri mengucapkan kata cerai berkali-kali, tidak akan mempengaruhi STATUS sebagai suami istri. Beda jika suami mengucapkan kata CERAI di depan seorang saksi saja maka SAH lah kata cerai itu.
Maka dari itu berhati- hatilah wahai para suami dengan lisan mu. Suami adalah teladan dan contoh bagi istri dan anak-anaknya. Suami adalah imam atau pemimpin bagi istri dan anak-anaknya. Kelak diakhirat harus mempertanggung jawabkan istri dan anak-anaknya. Tapi jika istri dan anak-anak tidak bisa di didik oleh suami maka lunaslah hutang tanggung jawab tersebut.
Alangkah nikmatnya hidup jika satiap keluarga mempunyai pemimpin atau suami yang bijaksana, istri yang solehah dan anak-anak yang berbudi pekerti.
contoh nya teman saya yang beberapa minggu lalu curhat tentang masalah mengucapkan kata CERAI tersebut, mungkin beda gaya untuk menghadapi rumitnya masalah rumah tangga. ada yang tidak mampu mengendalikan kata-kata yang keluar dari mulut nya ketika emosi melanda.
jujur saya jadi heran jika kejadian itu telah berulang kali terjadi. wahai para suami banyak lah bergaul dengan orang sholeh, niscaya kepribadian mu pasti lebih baik. mudah-mudahan solusi yang saya berikan pada si teman bisa mengurangi kebingungannya.
Itulah kenyataan yang di alami suami dan istri. jika kesabaran sudah tidak ada dan emosi menguasai hati, pikiran dan lisan. kata yang seharusnya tidak boleh untuk di ucapkan akhirnya di ucapkan suami. Apa hukumnya menurut Islam? "Tergantung situasi saat itu". Menurut mamah dedeh yang saya kutip saat acara mamah dan aa' di Indosiar setelah sholat subuh. SAH hukum nya jika di ucapkan dalam keadaan SADAR tidak dalam pengaruh minuman beralkohol atau mabuk. walaupun lewat sms atau telepon.
Mengapa? Karena ucapan orang yang dalam pengaruh minuman beralkohol tidak di dasari akal dan pikiran sehat. Sebaiknya setelah suami dalam keadan normal tanyakan kembali tentang ucapan tersebut. Karena kata-kata cerai dari suami berbeda hukumnya jika di ucapkan istri. Walaupun istri mengucapkan kata cerai berkali-kali, tidak akan mempengaruhi STATUS sebagai suami istri. Beda jika suami mengucapkan kata CERAI di depan seorang saksi saja maka SAH lah kata cerai itu.
Maka dari itu berhati- hatilah wahai para suami dengan lisan mu. Suami adalah teladan dan contoh bagi istri dan anak-anaknya. Suami adalah imam atau pemimpin bagi istri dan anak-anaknya. Kelak diakhirat harus mempertanggung jawabkan istri dan anak-anaknya. Tapi jika istri dan anak-anak tidak bisa di didik oleh suami maka lunaslah hutang tanggung jawab tersebut.
Alangkah nikmatnya hidup jika satiap keluarga mempunyai pemimpin atau suami yang bijaksana, istri yang solehah dan anak-anak yang berbudi pekerti.
contoh nya teman saya yang beberapa minggu lalu curhat tentang masalah mengucapkan kata CERAI tersebut, mungkin beda gaya untuk menghadapi rumitnya masalah rumah tangga. ada yang tidak mampu mengendalikan kata-kata yang keluar dari mulut nya ketika emosi melanda.
jujur saya jadi heran jika kejadian itu telah berulang kali terjadi. wahai para suami banyak lah bergaul dengan orang sholeh, niscaya kepribadian mu pasti lebih baik. mudah-mudahan solusi yang saya berikan pada si teman bisa mengurangi kebingungannya.
Komentar